
UANG
Punya uang dibuang. Tak punya uang utang. Gali lubang tutup lubang. Inilah hidup di kota, sayang. Masyarakat konsumtif yang tak peduli dengan uang di tangan. Begitu mudah ia dapatkan, begitu mudah pula hilang menguap. Hidup seakan percuma, oh maaf, apa malah hidup begitu indah? Dengan kilauan berlian dan permata hiasi hari-harimu. Hanya orang 'gila' bilang ini tak berharga, sungguh indahnya. Hedonis, kata yang terdengar tak jauh dari harmonis, herois. Sungguh suatu yang ironis, karena ternyata artinya lebih dari bengis (15 NOV 2003)
NOL?
Banyak lalat tandanya kotor. Bau tak sedap hinggap nyaman di hidung. Ruangan bersih, mulus tanpa cacat. Masih saja lalat terbang ke sana ke mari. Banyak nyamuk artinya tak terawat. Sumber penyakit begitu dekat. Genangan air tempat tinggal nyamuk pun tak tampak. Banyak manusia maksudnya dekat dengan kesempatan. Cita-cita besar sejak kecil sepertinya sudah di depan mata. Kesuksesan. Harta. Pengakuan. Hmmmm...sungguh dekat. Siapa bilang? Kota ini masih terlampau besar, terlalu kejam, amat berkuasa untuk dijajah oleh cita-cita sederhana. Tapi bukan berarti kemungkinan nol.(15 NOV 2003)
KOTA DOSA
Banyak harta di kota. Yang terlihat maupun tak terlihat. Banyak untung di kota. Tak perlu seberangi tujuh samudera untuk temukan. Banyak jodoh di kota. Tinggal tunjuk asal punya tampang dan uang. Banyak kenangan di kota. Lebih banyak godaan, cobaan, basahnya dosa, dibanding nikmatnya sebatang rokok dan secangkir kopi. (15 NOV 2003)
GUSUR
Hantam!
Kejam?
Bantai!
Tega?
Maaf, ini hanya perintah.
Tapi apa saya salah?
Sekali lagi, ini hanya perintah!
Tapi kami masih betah
Betah bukan urusan, ini hanya perintah!
Apakah kami mampu?
Apakah kami boleh berharap indah?
Sekarang!
Tapi...Cepat menyingkir!
Silakan, jangan heran kalau kami lawan...(15 NOV 2003)
No comments:
Post a Comment