Friday, October 21, 2005

KELINGKING

“Braaak!!!” Jeritan tangisnya begitu kencang sehingga membangunkanku dari tidur. Seperti suara anakku. Beberapa anggota keluarga yang sedang berada di rumah saat itu, terdengar bergegas ke arah suara itu, kecuali aku. Aku cuma bisa mendengar tangisan anakku tanpa bisa bangun dari tempat tidur. Aku tak mampu. Jari kelingking anakku terjepit pintu mobil
Kejadian ini adalah salah satu kejadian pahit yang kurasakan. Aku tak mampu untuk berbuat apa-apa termasuk menolong anakku sendiri. Aku tak ada saat anak tercintaku hampir kehilangan jarinya. Bapak macam apa aku ini? Tak ada yang dapat kulakukan. Aku hanya dapat mendengarnya dari kamarku. Ah, dasar, aku memang pemalas.

No comments: